Investasi yang Cocok Buat Pekerja Pemula, Agar gaji tidak terbuang sia-sia, yuk mari mulai mengalokasikan gaji untuk berinvestasi. Perencana Keuangan Financial Consulting, Eko Endarto menuturkan, lulusan kuliah yang baru mendapatkan pekerjaan biasanya belum memiliki gaji terlalu besar dan belum terlalu banyak tanggungan. Meski demikian, setiap bulan sebaiknya menyisihkan gaji untuk investasi.

Berikut tips investasi bagi Anda yang baru lulus kuliah dan mendapatkan penghasilan:

Pertama

Harus alokasikan gaji untuk kebutuhan investasi. “Minimal 10 persen dari penghasilan, lebih bagus lagi kalau lebih dari 10 persen,” ujar Eko, saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (6/10/2013).

Kedua

Sebaiknya investasi sejak usia masih muda. Apalagi risiko keuangannya belum terlalu tinggi karena belum ada kebutuhan anak dan lainnya.

Produk investasi yang dapat dipilih yang memberikan imbal hasil tinggi. “Cari produk investasi yang agresif dan memberikan imbal hasil tinggi. Memang biasanya produk ini memiliki risiko tinggi juga tetapi karena masih muda dapat mencarinya lagi, dan dapat menambahnya dengan kerja sampingan,” kata Eko.

Ketiga

Eko menuturkan, produk investasi yang dapat jadi pilihan untuk Anda yang baru saja lulus kuliah antara lain emas batangan, reksa dana saham, dan reksa dana campuran, serta terjun langsung investasi di saham.

Keempat

Fokus dengan tujuan investasi. “Harus fokus dengan jangka panjang. Ketika terjadi gejolak pada jangka pendek jangan mudah tergoda untuk melepaskannya. Misal emas harganya sedang turun, tetapi karena Anda tak menjualnya jadi tak rugi. Akan tetapi ingat dengan fokus Anda,” ujar Eko.

Kelima

Evaluasi hasil investasi Anda. “Harus evaluasi investasinya. Bila memang tak sesuai, maka dapat ditambah, atau mencari produk lain,” kata Eko.

Hal senada dikatakan, Perencana Keuangan, Budi Frensidy. Budi menambahkan, alokasi anggaran dari gaji memang dipastikan untuk investasi dan tidak digunakan untuk alokasi dana lainnya.

Ketika berinvestasi, Budi mengingatkan, agar mengenal produk investasi yang dipilihnya. Selain itu, disiplin dalam berinvestasi. “Komitmen disiplin berinvestasi ketika telah dapat penghasilan,” tutur Budi.