Karena Putus Sekolah ABG Gantung Diri

Karena Putus Sekolah ABG Gantung Diri

Kerana Putus Sekolah ABG Gantung Diri, Masyarakat sekitar Dusun Srigading, Randugading, Tajinan, Kabupaten Malang Senin siang tadi (9/1/2017)dikejutkan dengan aksi nekat Yulia Febriyanti. Gadis berusia 17 tahun tersebut, ditemukan gantung diri di dalam rumah Mashuri, kakeknya. Belum diketahui motif  korban nekat mengakhirnya hidupnya dengan cara seperti itu. Ada dugaan korban putus asa karena baru saja putus cinta. Namun polisi masih melakukan penyelidikan ikhwal kepastiannya. Karena tidak satupun keluarga yang mengetahuinya. “Untuk motifnya belum kami ketahui. Kalau putus cinta bisa saja, tetapi tidak ada saksi yang membenarkan. Di lokasi juga tidak ditemukan surat wasiat dari korban,” terang Kapolsek Tajinan, AKP Trianto. Menurut dia, korban selama ini tinggal bersama Mashuri kakeknya, serta Risma adiknya. Yulia tidak sekolah setelah lulus SMP. Meski ia sempat melanjutkan ke SMA, namun akhirnya berhenti. Dia hanya sebulan sekolah SMA dan tidak melanjutkan karena alasan beban biaya. Sebelum mengakhiri hidupnya, korban beberapa hari terakhir memang sering mengurung diri di dalam kamar. Ia tidak menceritakan apa yang terjadi pada dirinya kepada keluarga. Siang tadi sepertinya ia memanfaatkan situasi rumah yang sepi. Dia nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Kejadian ini, baru diketahui ketika adiknya Risma Azia pulang sekolah bersama dengan kakenya Mashuri. Ketika pulang, keduanya mendapati rumah dalam kondisi terkunci dari dalam. Beberapa kali dipanggil dan pintu diketuk, sama sekali tidak ada sahutan dari korban. Lantaran curiga dan dan takut terjadi apa-apa, keduanya lantas membuka paksa pintu belakang. Saat masuk dan menuju ruang santai, Risma dan Mashuri dikejutkan dengan tubuh korban yang sudah tergantung. Mereka langsung berteriak histeris hingga mengundang reaksi warga sekitar. Tetangga dan warga langsung berdatangan untuk melihat kejadiannya....
Diledek Takkan Sukses, Mantan Santri Bungkam Pencibir

Diledek Takkan Sukses, Mantan Santri Bungkam Pencibir

Dia berhasil membalikkan anggapan sinis masyarakat terhadap santri, Diledek Takkan Sukses, Mantan Santri Bungkam Pencibir, Dream – Bagi masyarakat, santri kerap dipandang sebelah mata. Banyak yang beranggapan mereka tidak akan sukses dalam berbisnis kalau bulan lulusan universitas. Anggapan ini pun dipatahkan oleh seorang mantan santri asal Malaysia, Muhammad Nur Aiman Basuni. Lulusan pesantren ini berhasil membuktikan bahwa seorang santri bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses pada usia 24 tahun. Dilansir dari Siakap Keli, Senin 27 Februari 2017, kisah ini berawal ketika dia menjadi murid pesantren pada usia 14 tahun dan delapan tahun menghabiskan waktu di sana untuk belajar agama. Ada teman-temannya yang sinis dan menganggap seorang santri tidak akan sukses kalau dia tidak menempuh pendidikan tinggi. “ Saya tertantang dengan kata-kata itu. Saya nekat untuk membuktikan bahwa kata-kata mereka itu salah,” kata Aiman. Selulusnya dari pondok pesantren, pada usia 22 tahun, Aiman pun mengikuti program pendidikan untuk mendapatkan ijazah. Hasilnya, dia mendapatkan nilai yang bagus. Namun, Aiman pun melupakan niatnya untuk melanjutkan pendidikan karena ingin membantu keluarganya. “ Saya ingin membantu keluarga menjalankan restoran yang berkonsep makanan kampung,” kata dia. Aiman pun belajar bisnis restoran sebelum mendirikan restoran sendiri yang dinamainya Bason. Kini, restorannya sendiri punya 1.000 pengunjung setiap hari. Restoran ini terkenal sebagai rumah makan yang menyediakan makanan dengan menu yang unik enu makanan yang dijual oleh Restoran ” Bason” . Lalu, apa rahasianya? Ada enam hal yang harus dipegang teguh oleh Aiman ketika berbisnis, yaitu doa, impian, tidak mudah patah arang, tidak berada di zona nyaman, punya ilmu, dan action. “ Untuk menjadi yang terbaik, jangan mudah puas. Kunci kesuksesan adalah jangan merasa sudah sukses,” kata dia. Aiman juga...
15 Strategi yang Bikin Kamu Sukses di Usia Muda

15 Strategi yang Bikin Kamu Sukses di Usia Muda

Bintang.com, Jakarta Kesuksesan enggak akan bisa diraih tanpa adanya strategi. Kebanyakan orang yang ingin sukses hanya bermodalkan pengetahuan ala kadarnya dan kerja keras. Kerja keras memang perlu. Tetapi masih banyak hal lain yang harus kamu ketahui. Apa lagi jika kamu ingin sukses di usia muda. Berikut ini 15 Strategi yang Bikin Kamu Sukses di Usia Muda Berikut ini Beberapa Strateginya 1. Dengarkan masukan dan nasihat dari orang lain. Sekali pun nasihat tersebut datang dari orang yang kamu anggap enggak cakap dalam bidangmu. 2. Konsisten dengan jadwal dan rencana yang sudah kamu buat. Kebanyakan orang hanya mengerjakannya pada minggu awal. Konsisten adalah kunci dari awal kesuksesan. 3. Ciptakan solusi yang baru, inovatif dan yang pertama. 4. Setiap kali kamu mau tidur, pikirkan apa saja yang sudah kamu kerjakan hari ini dan apa yang belum dikerjakan. Rencanakan kegiatan yang harus kamu lakukan besok. Evaluasi setiap langkah yang kamu pilih hari itu. 5. Esok harinya, ketika sudah sampai di kantor, segeralah untuk membuat list apa saja yang harus dikerjakan dan apa saja yang sudah dikerjakan. Ini akan membantu kamu bekerja sistematis dan mencegahmu lupa mengerjakan pekerjaan penting. 6. Atur waktumu dengan baik. Waktu sangat cepat bergulir. Ketika kamu enggak pandai mengatur waktu, semua pekerjaan penting rasanya enggak akan sanggup diselesaikan hari itu juga. Kamu cuma punya 24 jam sehari. Itu pun kalau kamu enggak tidur. 7. Kamu adalah manusia biasa yang enggak luput dari kesalahan. Kamu mungkin mudah memaafkan kesalahan orang lain. Tapi biasanya akan lebih sulit untuk memaafkan diri sendiri setelah melakukan kesalahan. Nah, kuncinya, kamu harus menerima kesalahan dan kegagalanmu untuk bisa terus jalan ke depan. Perbaiki kesalahan dan terus berusaha untuk enggak melakukan kesalahan yang sama. 8. Sebagian...
Alasan Kenapa Kamu Harus Berhemat di 2017

Alasan Kenapa Kamu Harus Berhemat di 2017

Liputan6.com, Jakarta – Alasan Kenapa Kamu Harus Berhemat di 2017, Bagi sebagian orang berhemat itu mungkin sulit dilakukan, bahkan dianggap mengurangi kebebasan untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi orang terdekat atau keluarga. Apalagi jika dia memiliki penghasilan yang terbilang tinggi, di atas penghasilan kebanyakan orang. Dengan penghasilan yang besar, dia berfikir bisa mendapatkan hampir semua kebutuhannya. Pandangan seperti itu mungkin tidak salah untuk saat ini karena masih bisa dipenuhi dengan penghasilan sekarang. Hanya saja, jika dilihat dari kebutuhan keuangan di masa mendatang, pandangan seperti itu dinilai tidak tepat. Sebab setiap orang perlu menyiapkan kebutuhan dirinya dan keluarganya di masa mendatang dan kebutuhan mendadak. Seperti memenuhi biaya pendidikan, biaya kesehatan, hingga kebutuhan mengembangkan aset. Cara untuk memenuhinya, tak lain dengan menabung dan  berinvestasi dari setiap penghasilannya serta mengurangi pos belanja lainnya. “Saat itulah diperlukan strategi berhemat, apalagi di awal tahun ini terjadi kenaikan tariff listrik sehingga perlu menghemat pengeluaran,” terang Jay Broekman, Managing Director Halomoney.co.id. Contohnya Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA Jahja bahkan telah menerapkan strategi berhemat dari penghasilannya sejak belum jadi apa-apa di BCA hingga menjadi orang nomor satu di BCA. Jahja menahan belanja dan investasi demi melunasi cicilan rumah. Sekarang pun, meski telah menjadi orang nomor satu di BCA, Jahja tetap mengatur penghasilannya dengan ketat. Dia masih membeli properti dengan memakai fasilitas kredit ketimbang membeli secara tunai. “Jangan pernah mengalami besar pasak daripada tiang,” begitu pesan dari Jahja, saat bertemu Halomoney.co.id beberapa waktu lalu (Baca: wawancara khusus Halomoney.co.id dengan Jahja Setiaatmadja). Ada banyak alasan mengapa berhemat itu perlu dilakukan oleh setiap orang dewasa yang memiliki penghasilan, apalagi jika telah memiliki tanggungjawab keluarga. Ini empat alasan moneysavers perlu berhemat...
Jasa Pengorbanan Seorang Ibu

Jasa Pengorbanan Seorang Ibu

Sepanjang kehidupan manusia, Jasa Pengorbanan Seorang Ibu memang tidak akan pernah bisa tergantikan dalam kehidupan kita sebagai seorang yang penuh kasih sayang yang memberikan segalanya tanpa balas jasa. Artikel Inspiratif ini dipersembahkan Akhbar Islam untuk Mengenang dan Merenungkan Jasa Seorang Ibu untuk kita semua. Bukan setumpuk Emas yang kau harapkan dalam kesuksesan ku, bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilan ku, bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku, tapi keinginan hati mu membahagiakan aku. Apa yang paling dinanti seorang wanita yang baru saja menikah? Sudah pasti jawabannya adalah: k-e-h-a-m-i-l-a-n. Seberapa jauh pun jalan yang harus ditempuh, Seberat apa pun langkah yang mesti diayun, Seberapa lama pun waktu yang harus dijalani, Tak kenal menyerah demi mendapatkan satu kepastian dari seorang bidan: p-o-s-i-t-i-f. Meski berat, tak ada yang membuatnya mampu bertahan hidup kecuali benih dalam kandungannya. Menangis, tertawa, sedih dan bahagia tak berbeda baginya, karena ia lebih mementingkan apa yang dirasa si kecil di perutnya. Seringkali ia bertanya : menangiskah ia? Tertawakah ia? Sedihkah atau bahagiakah ia di dalam sana? Bahkan ketika waktunya tiba, tak ada yang mampu menandingi cinta yang pernah diberikannya, ketika itu mati pun akan dipertaruhkannya asalkan generasi penerusnya itu bisa terlahir ke dunia. Rasa sakit pun sirna, ketika mendengar tangisan pertama si buah hati, tak peduli darah dan keringat yang terus bercucuran. Detik itu, sebuah episode cinta baru saja berputar. Tak ada yang lebih membanggakan untuk diperbincangkan selain anak. Tak satu pun tema yang paling menarik untuk didiskusikan bersama rekan sekerja, teman sejawat, kerabat maupun keluarga, kecuali anak. Si kecil baru saja berucap “Ma?” segera ia mengangkat telepon untuk mengabarkan ke semua yang ada di daftar telepon....
7 Cara Aman Mengelola Uang Penghasilan Anda

7 Cara Aman Mengelola Uang Penghasilan Anda

7 Cara Aman Mengelola Uang Penghasilan Anda, Apakah Anda sering mengalami uang gajian hanya mampir sementara di rekening Anda, atau apakah Anda sering mengalami kesulitan keuangan di pertengahan bulan? Tidak semua orang pandai mengatur pengeluarannya, sama seperti saya di awal-awal bekerja dulu, saya juga mengalami hal yang sama. Uang gajian bulanan rasanya hanya mampir begitu saja di rekening saya. Hal tersebut tidak boleh terus-terusan terjadi, saya akhirnya bertekad mencari cara, bagaimana menyisakan sekaligus mengamankan sebagian dari uang saya agar tidak terpakai seluruhnya untuk hal-hal yang tidak penting. Sekedar untuk berjaga-jaga dari kehilangan uang hasil jerih payah Anda, cobalah ke 7 langkah berikut ini: Jangan menyimpan uang di rumah Cara pertama yang saya lakukan adalah, dengan tidak menyimpang uang di rumah. Banyak orang masih menggunakan cara lama ini, dengan alasan praktis dan tidak merepotkan. Padahal, menyimpan uang di rumah sangat tidak aman dan memiliki resiko yang besar. Banyak tindak kejahatan perampokan terjadi dikarenakan seseorang menyimpan uangnya di rumah, dan diketahui oleh orang lain, sehingga menggoda orang lain untuk menguasainya. Jangan memegang uang tunai terlalu banyak Cara kedua adalah dengan tidak membawa uang tunai terlalu banyak. Saya terbiasa membawa uang tunai yang cukup untuk diri saya sendiri, setidaknya untuk 3 hari ke depan. Saya paham betul karakter dan kebiasaan saya bila melihat uang tunai, jadi saya berusaha membatasinya dengan cara tersebut. Ternyata efektif, saya jadi tidak mudah tergoda untuk membelanjakan uang yang saat ini saya bawa. Gunakan safe deposit Cara ketiga, saya tidak menggunakan cara ini, tapi jika Anda terpaksa harus menyimpan uang di rumah dalam jumlah cukup banyak, ada baiknya Anda memiliki safe deposit. Namun, saran saya sebaiknya Anda tidak...
Alasan Ibu Ambil uang Anaknya karena Terpaksa

Alasan Ibu Ambil uang Anaknya karena Terpaksa

Mama Jangan Ambil Uang Ku, Suatu pagi, seorang suami pergi bekerja. Pada perjalanan ke pabrik, terjadi kecelakaan dan beliau meninggal seketika saat itu. 2 minggu kemudian, tetangga melihat truk toko furniture menyita sofa, meja makan, lemari besar, bahkan “double-bad”!. Para tetangga mengerti “cicilan lunak” ternyata sudah tak lunak lagi pembayarannya. Beberapa minggu kemudian, tetangga melihat ada 4 pria beringas mendatangi ibui janda tersebut dan mereka memperlihatkan secarik kertas dan menunjuk ke arah Honda Civic milik almarhum. Si ibu janda memberikan kunci mobil lalu masuk ke rumah. Beberapa hari kemudian, tetangga melihat loper koran minta tagihan dibayar. Si ibu janda masuk ke rumah dan terdengar suatu benda yg pecah, lalu terdengar tangis anaknya, Alasan Ibu Ambil uang Anaknya karena Terpaksa, Teriak seorang anak! “Mama, jangan ambil uang saya”. Ia membayar loper koran dengan uang receh! Itulah saat terakhir tetangga melihat si ibu janda. Suatu siang, seseorang pria dengan kendaraan volvo biru mengkilat berhenti dan mengetuk pintu rumah janda tersebut “Tidak ada orang.” Kata tetangga. Karena merasa ada yg tidak beres, pemuda itu mendatangi rumah tetangga dan memperkenalkan diri sebagai agen asuransi. Kedatangannya untuk memberikan kepada si janda, sejumlah uang dan santunan kematian atau asuransi yg menjadi haknya. Mendengar hal itu, para tetangga segera memberitahu si janda utk membuka pintu. Ketika pintu terbuka, si agen tidak percaya melihat kondisi wanita yg ditemuinya setahun yg lalu. “Jgn bilang ibu tidak kenal saya. Saya pernah datang minum teh ddengan almarhum suami ibu, Apakah ibu masih ingat? Waktu itu saya mau mengajak untuk menabung di 3i tapi ibu MENOLAK. Keesokannya almarhum menelpon saya ketemu untuk mengambil produk 3i senilai 1juta premi bulanan sekaligus mau menjalankan bisnisnya. Suami ibu...
3i-Networks memberikan kontribusi signifikan

3i-Networks memberikan kontribusi signifikan

3i-Networks memberikan kontribusi signifikan, Tinjauan Umum Tahun 2014 , Tahun 2014, secara umum perekonomian dunia yang awalnya terlihat mulai membaik ternyata dalam perjalanan terjadi perlambatan.  Indonesia  mengalami defisit neraca berjalan dan harus menghadapi kenyataan keluarnya dana-dana asing seiring kebijakan pengurangan stimulus moneter oleh Federal Reserve, yang berakibat pada volatilitas nilai tukar Rupiah yang mencapai level Rp12.385 per USD di akhir tahun. Akibat kondisi di atas, pada gilirannya pertumbuhan perekonomian Indonesia melambat menjadi 5,02%, lebih rendah dibanding tahun 2013 dan 2012 yaitu 5,78% dan 6,23%. Seperti didiskusikan di awal, penurunan ini akibat menurunnya  defisit neraca berjalan. Tingkat inflasi Indonesia  akhir tahun 2014 mencapai 6,29% yang lebih rendah dibanding tahun 2013 yaitu 8,38%. Masih tingginya inflasi ini mendorong kecenderungan kemampuan daya beli masyarakat juga rendah. Salah satu penyumbang inflasi tahun 2014 adalah kondisi global, dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) untuk mengurangi subsidi pemerintah atas BBM yang diikuti oleh penaikan harga barang-barang lain sehingga beban masyarakat dan industri juga meningkat, serta juga melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Tetapi di lain sisi pasar modal Indonesia masih menunjukkan prestasi yang baik di tahun 2014. Ekonomi Amerika Serikat terlihat mulai membaik. Dampak krisis keuangan, utang dan anggaran yang sampai tahun 2012-2013 masih melanda sebagian negara-negara Uni Eropa, mulai menunjukkan perbaikan di tahun 2014. Tinjauan Perusahaan Tahun 2014 Perseroan membukukan pendapatan premi sebesar Rp 843 milyar, terjadi penaikan sebesar 17,6% bila dibanding tahun 2013 (Rp 717 milyar). Ini merupakan kontribusi dari bisnis asuransi jiwa individu konvensional, asuransi individu unitlink, asuransi jiwa kumpulan, asuransi kesehatan kumpulan, syariah serta, employee benefit program / managed care. Total kekayaan perseroan mencapai Rp 4,73 trilyun, meningkat sebesar 0,04%...
Benarkah Generasi Milenial Tak Mampu Beli Rumah?

Benarkah Generasi Milenial Tak Mampu Beli Rumah?

JAKARTA, KOMPAS.com – Benarkah Generasi Milenial Tak Mampu Beli Rumah? Lima tahun ke depan, atau tepatnya 2021, generasi milenial yang bekerja dan bermukim di Jakarta, terancam tidak bisa membeli dan memiliki rumah. Generasi milenial yang dimaksud adalah mereka yang lahir antara tahun 1981-1994. Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung melontarkan riset hasil kerjasama dengan Karir.com tersebut, di Jakarta, Rabu (14/12/2016). Kesimpulan tersebut, menurut Untung, bertolak dari angka pendapatan kenaikan gaji normal di luar promosi sepanjang tahun 2016 sebesar rerata 10 persen, dan lonjakan harga rumah dengan angka asumsi minimal 20 persen. Pendapatan rata-rata generasi milenial saat ini adalah Rp 6.072.111 per bulan. Sedangkan untuk dapat mencicil rumah di Jakarta dengan harga termurah Rp 300 juta, dibutuhkan pendapatan minimal Rp 7,5 juta per bulan. “Padahal, kenaikan harga rumah itu kami ambil yang paling minimal saat pasar properti sedang lesu seperti sekarang ini,” ujar Untung. Sementara jika ditelusuri secara historis sejak 2009-2012 yang merupakan era ledakan (booming) properti, kenaikan harga rumah bisa mencapai 200 persen, atau 50 persen per tahun. Untung memprediksi peningkatan harga rumah dalam lima tahun mendatang sekitar 150 persen, sementara kenaikan pendapatan hanya 60 persen dalam periode yang sama. Dengan estimasi kenaikan minimal 20 persen per tahun, harga rumah yang saat ini dipatok Rp 300 juta akan menjadi Rp 750 juta. Bandingkan dengan kisaran penghasilan generasi milenial pada tahun 2021 mendatang yang hanya ada di angka Rp 12 juta. Dengan penghasilan Rp 12 juta tersebut, generasi milenial tidak lagi mampu membeli rumah yang sebenarnya terjangkau oleh mereka saat ini. “Pasalnya, saat harga rumah mencapai Rp 750 juta, cicilan yang harus dibayarkan adalah rp 5,6 juta per bulan. padahal kemampuan mencicil...
Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi millenial adalah istilah yang digunakan untuk menyebut generasi yang lahir pada periode 1982-an hingga awal tahun 2000-an. Generasi millienial atau yang juga dikenal dengan istilah generasi Y ini bertumbuh menjadi para pengguna #teknologi modern berkat dukungan dari perkembangan teknologi yang semakin pesat Ketika generasi millenial yang modern mulai berbaur di lingkungan kerja, sebagian orang lain mungkin merasa kewalahan dengan perilaku generasi ini di tempat kerja. Mereka sering mengandalkan multitasking dan teknologi untuk mendukung pekerjaan. Bahkan tidak jarang generasi millenial terlibat bentrok dengan sesama rekan kerja. Jadi sebaiknya bagaimana siasat cerdas untuk mengatasi perilaku geneari millenial? 1. Tinggalkan Peraturan Kerja yang Kuno Ketika lingkungan kerja masih terjebak dengan peraturan lama mengenai baju kerja yang harus rapi atau jam masuk kantor yang terlalu ketat, hal ini terasa begitu menyulitkan generasi millenial. Generasi millenial yang tumbuh dan belajar menggunakan teknologi dan mengandalkan alat indera menginginkan sesuatu yang bersifat lebih dinamis dan modern. Kita tentu bisa merenungkan kalau ide dan kemampuan kerja justru jauh lebih penting daripada membuat generasi millenial terjebak pada kebosanan dan kebuntuan ide. Tidak masalah kalau lingkungan kerja memberlakukan aturan yang lebih fleksibel mengenai sistem kerja secara remote atau kostum yang sopan namun tetap santai. Karena hal ini justru bisa membuat generasi millenial menjadi lebih leluasa dalam menjalankan bidang pekerjaan yang mereka geluti. 2. Generasi Millenial Haus Tantangan Jika para pendahulu kita menekuni pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka lain halnya bagi generasi millenial. Disamping mengutamakan kebutuhan hidup, ada tantangan yang ingin dipenuhi secara sempurna ketika memasuki dunia kerja. Kita bisa memahami keinginan generasi millenial yang haus akan tantangan agar mereka bisa ditempatkan pada posisi yang sesuai. Kepandaian dan...