Alasan Ibu Ambil uang Anaknya karena Terpaksa

Alasan Ibu Ambil uang Anaknya karena Terpaksa

Mama Jangan Ambil Uang Ku, Suatu pagi, seorang suami pergi bekerja. Pada perjalanan ke pabrik, terjadi kecelakaan dan beliau meninggal seketika saat itu. 2 minggu kemudian, tetangga melihat truk toko furniture menyita sofa, meja makan, lemari besar, bahkan “double-bad”!. Para tetangga mengerti “cicilan lunak” ternyata sudah tak lunak lagi pembayarannya. Beberapa minggu kemudian, tetangga melihat ada 4 pria beringas mendatangi ibui janda tersebut dan mereka memperlihatkan secarik kertas dan menunjuk ke arah Honda Civic milik almarhum. Si ibu janda memberikan kunci mobil lalu masuk ke rumah. Beberapa hari kemudian, tetangga melihat loper koran minta tagihan dibayar. Si ibu janda masuk ke rumah dan terdengar suatu benda yg pecah, lalu terdengar tangis anaknya, Alasan Ibu Ambil uang Anaknya karena Terpaksa, Teriak seorang anak! “Mama, jangan ambil uang saya”. Ia membayar loper koran dengan uang receh! Itulah saat terakhir tetangga melihat si ibu janda. Suatu siang, seseorang pria dengan kendaraan volvo biru mengkilat berhenti dan mengetuk pintu rumah janda tersebut “Tidak ada orang.” Kata tetangga. Karena merasa ada yg tidak beres, pemuda itu mendatangi rumah tetangga dan memperkenalkan diri sebagai agen asuransi. Kedatangannya untuk memberikan kepada si janda, sejumlah uang dan santunan kematian atau asuransi yg menjadi haknya. Mendengar hal itu, para tetangga segera memberitahu si janda utk membuka pintu. Ketika pintu terbuka, si agen tidak percaya melihat kondisi wanita yg ditemuinya setahun yg lalu. “Jgn bilang ibu tidak kenal saya. Saya pernah datang minum teh ddengan almarhum suami ibu, Apakah ibu masih ingat? Waktu itu saya mau mengajak untuk menabung di 3i tapi ibu MENOLAK. Keesokannya almarhum menelpon saya ketemu untuk mengambil produk 3i senilai 1juta premi bulanan sekaligus mau menjalankan bisnisnya. Suami ibu...
3i-Networks memberikan kontribusi signifikan

3i-Networks memberikan kontribusi signifikan

3i-Networks memberikan kontribusi signifikan, Tinjauan Umum Tahun 2014 , Tahun 2014, secara umum perekonomian dunia yang awalnya terlihat mulai membaik ternyata dalam perjalanan terjadi perlambatan.  Indonesia  mengalami defisit neraca berjalan dan harus menghadapi kenyataan keluarnya dana-dana asing seiring kebijakan pengurangan stimulus moneter oleh Federal Reserve, yang berakibat pada volatilitas nilai tukar Rupiah yang mencapai level Rp12.385 per USD di akhir tahun. Akibat kondisi di atas, pada gilirannya pertumbuhan perekonomian Indonesia melambat menjadi 5,02%, lebih rendah dibanding tahun 2013 dan 2012 yaitu 5,78% dan 6,23%. Seperti didiskusikan di awal, penurunan ini akibat menurunnya  defisit neraca berjalan. Tingkat inflasi Indonesia  akhir tahun 2014 mencapai 6,29% yang lebih rendah dibanding tahun 2013 yaitu 8,38%. Masih tingginya inflasi ini mendorong kecenderungan kemampuan daya beli masyarakat juga rendah. Salah satu penyumbang inflasi tahun 2014 adalah kondisi global, dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) untuk mengurangi subsidi pemerintah atas BBM yang diikuti oleh penaikan harga barang-barang lain sehingga beban masyarakat dan industri juga meningkat, serta juga melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Tetapi di lain sisi pasar modal Indonesia masih menunjukkan prestasi yang baik di tahun 2014. Ekonomi Amerika Serikat terlihat mulai membaik. Dampak krisis keuangan, utang dan anggaran yang sampai tahun 2012-2013 masih melanda sebagian negara-negara Uni Eropa, mulai menunjukkan perbaikan di tahun 2014. Tinjauan Perusahaan Tahun 2014 Perseroan membukukan pendapatan premi sebesar Rp 843 milyar, terjadi penaikan sebesar 17,6% bila dibanding tahun 2013 (Rp 717 milyar). Ini merupakan kontribusi dari bisnis asuransi jiwa individu konvensional, asuransi individu unitlink, asuransi jiwa kumpulan, asuransi kesehatan kumpulan, syariah serta, employee benefit program / managed care. Total kekayaan perseroan mencapai Rp 4,73 trilyun, meningkat sebesar 0,04%...
Benarkah Generasi Milenial Tak Mampu Beli Rumah?

Benarkah Generasi Milenial Tak Mampu Beli Rumah?

JAKARTA, KOMPAS.com – Benarkah Generasi Milenial Tak Mampu Beli Rumah? Lima tahun ke depan, atau tepatnya 2021, generasi milenial yang bekerja dan bermukim di Jakarta, terancam tidak bisa membeli dan memiliki rumah. Generasi milenial yang dimaksud adalah mereka yang lahir antara tahun 1981-1994. Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung melontarkan riset hasil kerjasama dengan Karir.com tersebut, di Jakarta, Rabu (14/12/2016). Kesimpulan tersebut, menurut Untung, bertolak dari angka pendapatan kenaikan gaji normal di luar promosi sepanjang tahun 2016 sebesar rerata 10 persen, dan lonjakan harga rumah dengan angka asumsi minimal 20 persen. Pendapatan rata-rata generasi milenial saat ini adalah Rp 6.072.111 per bulan. Sedangkan untuk dapat mencicil rumah di Jakarta dengan harga termurah Rp 300 juta, dibutuhkan pendapatan minimal Rp 7,5 juta per bulan. “Padahal, kenaikan harga rumah itu kami ambil yang paling minimal saat pasar properti sedang lesu seperti sekarang ini,” ujar Untung. Sementara jika ditelusuri secara historis sejak 2009-2012 yang merupakan era ledakan (booming) properti, kenaikan harga rumah bisa mencapai 200 persen, atau 50 persen per tahun. Untung memprediksi peningkatan harga rumah dalam lima tahun mendatang sekitar 150 persen, sementara kenaikan pendapatan hanya 60 persen dalam periode yang sama. Dengan estimasi kenaikan minimal 20 persen per tahun, harga rumah yang saat ini dipatok Rp 300 juta akan menjadi Rp 750 juta. Bandingkan dengan kisaran penghasilan generasi milenial pada tahun 2021 mendatang yang hanya ada di angka Rp 12 juta. Dengan penghasilan Rp 12 juta tersebut, generasi milenial tidak lagi mampu membeli rumah yang sebenarnya terjangkau oleh mereka saat ini. “Pasalnya, saat harga rumah mencapai Rp 750 juta, cicilan yang harus dibayarkan adalah rp 5,6 juta per bulan. padahal kemampuan mencicil...
Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi millenial adalah istilah yang digunakan untuk menyebut generasi yang lahir pada periode 1982-an hingga awal tahun 2000-an. Generasi millienial atau yang juga dikenal dengan istilah generasi Y ini bertumbuh menjadi para pengguna #teknologi modern berkat dukungan dari perkembangan teknologi yang semakin pesat Ketika generasi millenial yang modern mulai berbaur di lingkungan kerja, sebagian orang lain mungkin merasa kewalahan dengan perilaku generasi ini di tempat kerja. Mereka sering mengandalkan multitasking dan teknologi untuk mendukung pekerjaan. Bahkan tidak jarang generasi millenial terlibat bentrok dengan sesama rekan kerja. Jadi sebaiknya bagaimana siasat cerdas untuk mengatasi perilaku geneari millenial? 1. Tinggalkan Peraturan Kerja yang Kuno Ketika lingkungan kerja masih terjebak dengan peraturan lama mengenai baju kerja yang harus rapi atau jam masuk kantor yang terlalu ketat, hal ini terasa begitu menyulitkan generasi millenial. Generasi millenial yang tumbuh dan belajar menggunakan teknologi dan mengandalkan alat indera menginginkan sesuatu yang bersifat lebih dinamis dan modern. Kita tentu bisa merenungkan kalau ide dan kemampuan kerja justru jauh lebih penting daripada membuat generasi millenial terjebak pada kebosanan dan kebuntuan ide. Tidak masalah kalau lingkungan kerja memberlakukan aturan yang lebih fleksibel mengenai sistem kerja secara remote atau kostum yang sopan namun tetap santai. Karena hal ini justru bisa membuat generasi millenial menjadi lebih leluasa dalam menjalankan bidang pekerjaan yang mereka geluti. 2. Generasi Millenial Haus Tantangan Jika para pendahulu kita menekuni pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka lain halnya bagi generasi millenial. Disamping mengutamakan kebutuhan hidup, ada tantangan yang ingin dipenuhi secara sempurna ketika memasuki dunia kerja. Kita bisa memahami keinginan generasi millenial yang haus akan tantangan agar mereka bisa ditempatkan pada posisi yang sesuai. Kepandaian dan...
3i-Networks MetroNews

3i-Networks MetroNews

AJ Central Asia Raya (Foto: dokumentasi AJ Central Asia Raya) Metrotvnews.com, Jakarta: PT AJ Central Asia Raya (CAR Life Insurance) memproyeksikan kontribusi unit link dari total premi akan mencapai 40 persen pada tahun ini. Kenaikan tersebut didapatkan melalui perkembangan produk obligasi yang masih diminati investor. Direktur Utama PT AJ Central Asia Raya Freddy Thamrin mengatakan, perkembangan produk obligasi sebagai underlying asset produk unit link akan ikut mengerek kontribusi premi perusahaan yang ditargetkan mencapai Rp1,2 triliun pada tahun ini. “Produk obligasi masih menjadi alternatif karena relatif stabil ketimbang dengan saham,” kata dia, kepada Metrotvnews.com, saat melakukan Media Visit di Media Grup, di Jakarta, Senin (15/6/2015). Dia menambahkan, kenaikan dari produk unit link tersebut akan dicapai seiring dengan kerja sama penyaluran produk dengan mekanisme layaknya sistem multi level marketing (MLM) murni yang bernama 3i Network. Skemanya menggunakan pola perdagangan berantai antar member dengan calon member dengan jumlah maksimal sebanyak tiga calon anggota baru yang diajak member. Perusahaan juga menawarkan premi bulanan yang hanya Rp350 ribu (CARLink Pro-Mixed) yang memiliki jangka waktu selama lima tahun. Premi ini ditawarkan untuk produk investasi ataupun untuk produk asuransi. Dengan skema ini jumlah nasabah pun diyakininya akan berkembang pesat. Dia menargetkan ada tambahan 9.000 hingga 10.000 nasabah dalam sebulan sehingga jumlah nasabahnya bisa mencapai 140.000 nasabah pada 2015. Angka ini melonjak tajam dari posisi April 2015 yang sudah mencapai 54.000. Total porfolio unit link mencapai 35 persen pada tahun lalu yang diikuti dengan produk asuransi kesehatan dan produk konvensional yang masing-masing mencapai 15 persen dan 50 persen. (Arif Wicaksono)...
Asuransi Central Asia Raya Targetkan Hasil Investasi 20%

Asuransi Central Asia Raya Targetkan Hasil Investasi 20%

Asuransi Central Asia Raya Targetkan Hasil Investasi 20%, Jakarta – PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR Life) menargetkan hasil investasi tahun ini bisa berada di angka 15-20 persen. Hal ini seiring dengan alokasi investasi perseroan yang lebih banyak ditempatkan di pasar modal. Direktur Utama CAR Life Freddy Thamrin menjelaskan, untuk mendapatkan hasil investasi yang maksimal, portofolio investasi harus lebih banyak ditempatkan di pasar modal.”Investasi kan bisa ditempatkan di pasar uang dan pasar modal, namun apabila ingin hasil yang besar, harus lebih banyak di pasar modal,” ujarnya di Jakarta, Senin (25/5). Sampai tahun lalu, sekitar 30-40 persen dari dana investasi ditempatkan di obligasi. Lalu sekitar 10-15 persen ditempatkan di reksadana. Sementara sisanya ditempatkan di saham dan deposito. “Tahun ini polanya masih sama, kami masih akan memperbesar di pasar modal seperti obligasi, reksadana dan saham,” katanya. Freddy mengungkapkan, selain memperbesar hasil investasi, perseroan juga memperbesar pendapatan premi. Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 1,15 triliun atau meningkat dibandingkan akhir 2014 sebesar Rp 843 miliar. Sedangkan sampai kuartal I-2015, pendapatan premi perseroan sudah mencapai Rp 300 miliar. Produk yang dipasarkan CAR LIfe, menurut Freddy, sekitar 50 persen adalah produk individu dan 50 persen lainnnya adalah produk untuk korporasi.”Dari produk individu tersebut, sekitar 60 persen adalah produk unit link dan sisanya adalah produk tradisional,” katanya. Jalur pemasaran produk tersebut paling banyak melalui jalur keagenan dan bancassurance. Freddy menjelaskan, perseroan tahun ini berencana menambah 400 agen sehingga total agen yang dimililki mencapai 2.000 agen. Sementara untuk jalur bancassurance, perseroan menggandeng Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan bank umum lainnya. Perseroan, jelas Freddy juga memiliki produk asuransi mikro yang dipasarkan secara digital melalui kerja...
Apa itu 3i Networks Online?

Apa itu 3i Networks Online?

Apa itu 3i-Networks Online? Adalah Support System untuk membantu mitra2 Bisnis 3I Networks Car dengan proses lebih cepat meraih kesuksesan. Group kami ini mempunyai Fasilitas web support yang khusus di buat oleh Leader di Bisnis ini untuk memudahkan para member di bawah supervisi nya dalam menjalankan bisnisnya secara Oflfine atau Pun Online, ya secara Online juga, Bisnis hanya Memanfaatkan Internet. Bisa di lakukan dari kamar pribadi sambil minum kopi akan tetapi bisa menjelajah ke seluruh Nusantara bahkan ke Luar Negeri… Dengan bantuan web support sistem 3i-NetworksOnline.com ini para member cukup di mudahkan dalam menjalankan bisnis nya, karena semua sudah terwakili oleh penjelasan yang sudah di siapkan di web support sistem ini, Tugas para member hanyalah menggiring para calon member ke web replika masing masing untuk mendapatkan penjelasan secara detil, dan bila tertarik maka calon member tersebut daftar ke web replika masing masing member dan akan menjadi Member masing masing yang mengundang atau mereferensikan. Apa itu web Replika? Web Replika 3i Networks Online adalah sistem Canggih dimana sebuah web secara sistem bisa ngelink ke member masing masing, semua tampilan web replika 3i Networks Online sama dengan Induk web seperti yang Anda baca ini, akan tetapi bila ada member bergabung maka akan masuk ke web replika di 3i Networks Online masing masing. Seperti contoh web Replika 3i Networks Online yang sedang Anda baca saat ini, coba Anda lihat nama sponsor di sudut kiri atas atau nama yang tertulis di paling bawah halaman ini, itu adalah nama member pemilik web Replika ini, dan tentunya setiap web Replika akan berbeda beda nama pemiliknya. Begitupun Anda bila bergabung melalui Group 3i-networksonline.com maka akan mendapat link...
10 Kebiasaan Buruk Membuat Hidup Terlilit Utang

10 Kebiasaan Buruk Membuat Hidup Terlilit Utang

Berikut ini 10 Kebiasaan Buruk Membuat Hidup Terlilit Utang, Berbagai macam kebiasaan dalam menggunakan uang, seringkali justru berdampak buruk bagi keuangan itu sendiri. Sebagian orang mungkin akan menganggap hal ini kurang tepat, namun pada kenyataannya beragam kebiasaan yang kita miliki tersebut bisa saja membuat kondisi keuangan selalu mengalami kebangkrutan. Hal seperti inilah yang akan membuat Anda berutang. Seringkali tidak menyadari berbagai macam pengeluaran yang Anda lakukan adalah bentuk pemborosan dan hanya menimbulkan sejumlah pengeluaran yang tidak efektif di dalam keuangan. Tindakan seperti ini bisa saja telah terjadi selama kurun waktu yang cukup lama, dan tanpa disadari. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka besar kemungkinan Anda akan terlilit sejumlah utang yang besar. Oleh karena itu, mulailah mengetahui apa saja kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan sehingga Anda cenderung berutang. Waspadai 10 kebiasaan buruk mengelola uang di bawah ini agar terhindar dari lilitan utang yang merugikan. 1. Tidak memiliki kebiasaan menabung Menabung adalah hal yang paling utama dan seharusnya dilakukan ketika menerima sejumlah gaji bulanan, sebelum akhirnya Anda mengeluarkan sejumlah uang untuk kebutuhan lainnya. Sejumlah uang tabungan akan membuat Anda memiliki dana darurat dan juga dana investasi di masa yang akan datang. Namun pada kenyataannya, ada banyak sekali orang yang tidak terbiasa melakukan hal ini dan bahkan tidak tahu betapa pentingnya menyisihkan sebagian dari penghasilan setiap bulannya, barangkali termasuk Anda juga. Ketika menerima gaji, maka selalu menghabiskannya untuk berbagai hal yang tidak penting, membelanjakannya tanpa rencana. Dengan berbagai tindakan tersebut, maka bisa saja gaji tidak akan mencukupi untuk kebutuhan sebulan dan kondisi seperti ini akan membuat Anda berutang. 2. Tidak mengetahui kebutuhan hidup dengan tepat Memiliki sejumlah uang, namun bukan hanya tidak bisa mengaturnya dengan baik saja,...
Tabungan Pendidikan

Tabungan Pendidikan

Tabungan Pendidikan, Salah satu impian yang banyak dimiliki banyak lelaki adalah menikah dengan wanita dambaan, memiliki seorang anak, dan menjadi seorang ayah. Bagi mereka yang baru saja menikah, tentu anak akan selalu menjadi salah satu harapan yang selalu dinanti. Saat sang buah hatinya lahir, maka si pria akan langsung menyandang status sebagai seorang ayah. Namun, menjadi seorang ayah bukanlah perkara sepele. Ada banyak sekali tantangan dan tanggung jawab baru yang harus dipikul. Salah satunya dalam hal keuangan, ketika dia menjadi seorang ayah, seorang pria tidak bisa lagi bermain-main dengan keuangan. Dia harus sangat cermat dan bijak melakukan pengaturan keuangan untuk keluarganya. Bagaimana keluarganya mau hidup kalau kepala keluarganya saja tidak bisa mengatur keuangan dengan benar. Nah, Bagi Anda yang akan segera menjadi seorang ayah, simak beberapa tips manajemen keuangan yang harus dilakukan berikut ini: 1. Gunakan Asuransi yang Dibutuhkan Hal pertama yang harus dilakukan para calon ayah adalah membeli produk asuransi yang dibutuhkan keluarganya. Karena asuransi yang akan memberikan proteksi keuangan ketika ada suatu masalah yang membutuhkan pengeluaran besar, seperti masalah kesehatan. Di samping itu, tentunya kehidupan Anda dan seluruh anggota keluarga akan menjadi lebih tenang. Ingat, kita semua tidak akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Maka dari itu, sebelum menjadi ayah, sebaiknya melakukan persiapkan yang baik dalam segala hal, termasuk mengambil asuransi untuk semua anggota keluarga. Asuransi yang bisa digunakan antara lain: Asuransi Jiwa Seperti yang sudah disebutkan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Sebagai contoh, bukan untuk menakut-nakuti, bila suatu saat kepala keluarga atau pencari nafkah utama meninggal dunia, siapa yang akan menanggung biaya hidup keluarganya? Di sinilah asuransi keluarga berperan,...
Tingkat Pemahaman dan Penggunaan Jasa Keuangan Kian Meningkat

Tingkat Pemahaman dan Penggunaan Jasa Keuangan Kian Meningkat

Jakarta– Tingkat Pemahaman dan Penggunaan Jasa Keuangan Kian Meningkat,  menurut survei tiga tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan adanya kenaikan. Melalui survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNKIL) yang diikuti 9.680 responden dari 34 provinsi di 64 kota kabupaten didapatkan bahwa literasi keuangan mencapai 29,66% atau meningkat dari tahun 2013 yang 21,84%. Begitu pun dengan inklusi keuangan sebesar 67,82% dari survei sebelumnya 59,34%. “Kita targetkan tiap tahun literasi dan inklusi bisa meningkat 2%. Tapi ini naik diatas target semestinya kan 6%. Dalam tiga tahun ini naik menjadi 29,66% dan inklusi 67,82%,” kata Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kusumaningtuti S Soetiono di Jakarta, Selasa (24/1). Dirinya pun optimistis target indeks inklusi keuangan yang dicanangkan Pemerintah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) sebesar 75% pada tahun 2019 dapat tercapai. Asalkan Pemerintah masih konsisten agar dana bansos dibagikan non tunai melalui Laku Pandai. OJK pun secara berkelanjutan menggelar kegiatan edukasi dan inklusi keuangan seperti edukasi komunitas, kuliah umum, layanan iklan masyarakat, bioskop keliling, Si Molek. Meski tingkat literasi keuangan meningkat, namun dia tak menampik masih ada saja yang terkecoh investasi bodong. “Ada kecenderungan dari masyarakat kita meski dari segi penghasilan dan pendidikannya tinggi tapi ternyata itu tak mempengaruhi pengambilan keputusan, mereka masih percaya hal-hal yang sifatnya tidak pasti dan tak pedulikan soal keabsahan. Masyarakat kita kurang perhatikan resiko. Tapi yang menarik adalah spekulasi dengan uang dikit bisa mendapatkan pendapatan yang setinggi-tingginya seperti prinsip ekonomi,” ujar Titu biasa dia disapa. Sementara itu, menurut survei bahwa pemahaman resiko atas produk jasa keuangan masih tergolong kecil yakni baru 36,25%...