Bisnis Konvensional vs Networks

Bisnis Konvensional vs Networks

Bisnis Networks vs Bisnis Konvensional, Berikut ini saya ingin berbagi cerita dari seseorang teman yang menjalankan bisnis konvensional sebut saja namnya Konven ( bukan nama sebenarnya ), Konven sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan Nasional Perbankan dan beliau sudah bekerja bertahun-tahun menurut perkiraan saya sekitar 10 Tahun lebih,  Beberapa bulan yang lalu saya dapat Informasi bahwa Konven mau mengajukan Paket Pendi ( Pensiun Dini ) untuk alasan kenapa Konven mengajukan pensiun dini saya sendiri tidak dapat informasi apa alasan Konven mengajuan Pensiun dini ( Pendi ). Singkat cerita Konven ini setelah pensiun dini mau usaha ternak iklan. Singakat cerita Konven akhirnya sibuk mengurus Empang di daerah Parung dan Bogor dengan menyewa lahan dan sepengetahuan saya Konven ini kerjasama dengan temannya. Pada tanggal 18 Januari 2017 tiba-tiba Konven kirim messenger ke saya rumah orang tuanya mau dijual beliau minta saya untuk membantu memasarkan padahal saya sendiri sudah mulai mengurangi aktifitas sebagai marketing property meskipun saat ini masih banyak yang nanya khususnya perumahan baik rumah subsidi mapun komersil. Bukan bermaksud promosi tapi selama ini saya memasarkan property berbeda dengan kebanyakan marketing dengan berbagi brosur secara offline dan biasanya listing di layanan iklan seperti rumah.com, rumah123.com ,rumahdijual.com atau urbanindo.com tapi saya lebih tertarik dengan membuat website sebagai sarana pemasaran karena menurut saya akan lebih tertarget. Berikut ini beberapa perumahan atau unit yang saya pasarkan meskipun lokasinya jauh-jauh tapi tetap saja banyak yang nyari atau beli karena seseorang beli rumah disesuaikan dengan kemampuan untuk mengangsur dan rata-rata beli rumah melalui Kredit melalui Bank dan biasa orang menyebutnya Kredit Kepemilikan Rumah ( KPR ). Padahal lokasi yang saya pasarkan jauh bahkan bisa dibilang sangat jauh...